Civitas MAN 1 Kota Gorontalo Gelar Salat Gaib untuk Guru yang Berpulang
MAN 1 Kota Gorontalo menggelar Salat Gaib untuk salah satu guru yang meninggal dunia pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Utama MAN 1 Kota Gorontalo tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Karjianto, dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Ibadah ini menjadi bentuk penghormatan dan doa bersama civitas madrasah atas kepergian salah satu pendidik terbaik yang selama ini mengabdikan diri di lingkungan MAN 1 Kota Gorontalo.

Dalam penyampaiannya, Karjianto menegaskan bahwa praktik Salat Gaib memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat penting bagi siswa maupun pendidik. “Salat gaib bukan sekadar ritual, tetapi bentuk solidaritas, penghormatan, dan kepedulian kita terhadap sesama muslim yang telah berpulang. Ke depan, kegiatan ini akan menjadi program rutin madrasah setiap kali ada kabar duka dari keluarga besar MAN 1 Kota Gorontalo,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah juga menyampaikan bahwa Salat Gaib pada kesempatan tersebut diniatkan khusus untuk almarhum Pak Tasnim Harun, guru MAN 1 Kota Gorontalo, serta almarhumah Rif’ati binti Sarto Salamun, adik kandung Bapak Dr. H. Kaswad Sartono, S.Ag., M.Ag. Ia mengajak seluruh peserta untuk memperkuat doa serta menjaga hubungan silaturahmi antarwarga madrasah dalam suasana duka ini.
Kepala Urusan Tata Usaha, Taufik S. Djuma, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya kebersamaan di lingkungan madrasah. “Kami merasa kehilangan yang mendalam. Salat gaib ini memperlihatkan bahwa MAN 1 Kota Gorontalo bukan hanya tempat bekerja dan belajar, tetapi rumah besar yang saling menguatkan ketika ada duka,” ungkapnya. Ia berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai nilai spiritual dan sosial bagi seluruh warga madrasah.

Sebagai wujud solidaritas, MAN 1 Kota Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga budaya kepedulian dan kebersamaan di lingkungan madrasah. Kegiatan salat gaib yang digelar pada hari itu bukan hanya menjadi ungkapan doa, tetapi juga menjadi simbol eratnya ikatan emosional antara guru, siswa, dan seluruh unsur madrasah. Melalui momen ini, keluarga besar MAN 1 Kota Gorontalo kembali diingatkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang aktivitas belajar mengajar, tetapi juga tentang membangun karakter welas asih dan rasa empati antarsesama.
Dengan dilaksanakannya salat gaib tersebut, MAN 1 Kota Gorontalo berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi penerang bagi perjalanan almarhum Pak Tasnim Harun dan almarhumah Rif’ati Binti Sarto Salamun. Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini sekaligus menjadi cerminan budaya religius yang senantiasa dijaga oleh madrasah. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap anggota civitas akademika memiliki peran penting dalam menjaga kehangatan, kekuatan spiritual, dan persatuan di lingkungan MAN 1 Kota Gorontalo.


0 Comments