Wujud Solidaritas, Civitas MAN 1 Kota Gorontalo Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama
GORONTALO – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama MAN 1 Kota Gorontalo pada Selasa pagi (27/01/2026). Ribuan civitas akademika yang terdiri dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan berkumpul untuk melaksanakan salat gaib dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir serta empati mendalam atas wafatnya dua anggota keluarga besar madrasah.
Ibadah yang dilaksanakan usai pelaksanaan salat dhuha berjamaah ini ditujukan bagi almarhum Nur' Alim Fauzan, alumni MAN 1 Kota Gorontalo angkatan 2025, serta almarhum Journal Lamady, ayahanda dari Moh. Aryo J. Lamady yang merupakan siswa aktif di MAN 1 Kota Gorontalo. Prosesi salat gaib dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Karjianto, dengan Ustadz Roswan Manto bertindak sebagai imam.
Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari nilai kekeluargaan yang menjadi fondasi utama di lingkungan madrasah.
"Hari ini kita berduka, namun dalam duka ini kita menguatkan satu sama lain. Salat gaib ini adalah kiriman doa terbaik kami untuk almarhum Nur' Alim Fauzan dan ayahanda dari siswa kami, Aryo. Kami ingin menunjukkan bahwa setiap suka dan duka yang dialami oleh siswa maupun alumni adalah bagian dari perasaan kami semua di MAN 1," ujar Karjianto.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga momentum penguatan karakter bagi seluruh siswa. Melalui doa bersama, madrasah berupaya menanamkan rasa kepedulian dan kepekaan sosial terhadap sesama anggota keluarga besar MAN 1 Kota Gorontalo.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Igajadwar Batalemba, menjelaskan bahwa aksi solidaritas seperti ini sudah menjadi tradisi positif yang terus dipelihara untuk menjaga ikatan batin antara pihak madrasah, siswa, dan para alumni.
"Humas memiliki peran untuk menjembatani rasa empati ini. Kehilangan seorang alumni dan orang tua siswa adalah kehilangan bagi institusi. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan melalui kegiatan ini, para siswa dapat belajar tentang arti penting mendoakan sesama muslim serta menjaga silaturahmi yang tidak terputus meski raga telah tiada," tutur Igajadwar.
Aksi solidaritas ini menegaskan jati diri MAN 1 Kota Gorontalo bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan sebuah ekosistem pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah. Dengan doa yang dipanjatkan secara kolektif, diharapkan dapat memberikan kekuatan spiritual bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus mempererat persatuan seluruh civitas akademika.


0 Comments