Wujudkan Toleransi Nyata, Pramuka MAN 1 Kota Gorontalo Gelar Aksi Bakti Moderasi di Gereja Imanuel
GORONTALO – Sebagai upaya nyata memperkuat kerukunan antarumat beragama, Gugus Depan Pramuka MAN 1 Kota Gorontalo menggelar kegiatan bertajuk "Aksi Bakti Moderasi" pada Senin (12/1/2026). Kegiatan baksos yang melibatkan puluhan anggota pramuka ini dipusatkan di Gereja Protestan di Indonesia Gorontalo (GPIG) Imanuel.
Aksi ini dirancang untuk menumbuhkan karakter moderat, toleran, serta kepedulian sosial melalui praktik langsung kerja sama lintas iman. Dengan turun langsung ke rumah ibadah umat Kristiani, para anggota Pramuka diharapkan mampu memahami bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bersinergi demi kepentingan masyarakat dan bangsa.
Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi penguatan moderasi beragama yang menjadi program prioritas lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
"Kami ingin siswa tidak hanya memahami moderasi secara teoretis di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkannya di lapangan. Aksi Bakti Moderasi ini adalah bukti bahwa anak-anak kita mampu menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi persatuan sejak dini," ujar Karjianto.
Agenda dimulai sejak pukul 07.30 WITA dengan sesi pengarahan (briefing) dan foto bersama di lingkungan sekolah. Tepat pukul 08.00 WITA, rombongan bertolak menuju lokasi dan tiba lima belas menit kemudian. Setelah melakukan konfirmasi teknis dengan pihak pengelola gereja, para anggota Pramuka langsung memulai kerja bakti membersihkan area rumah ibadah.
Kegiatan berlangsung intensif dalam dua sesi yang diselingi istirahat sejenak, hingga berakhir pada pukul 12.00 WITA. Sebagai penutup aksi, Pramuka MAN 1 Kota Gorontalo menyerahkan sejumlah alat pembersih secara simbolis kepada pihak gereja sebelum kembali ke sekolah.
Pembina Pramuka, Sugeng Santosa, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi para anggotanya dalam memahami keberagaman.
"Fokus utama kami adalah membentuk mentalitas yang inklusif. Melalui kerja sama ini, anggota Pramuka belajar bahwa kerja bakti di tempat ibadah saudara kita yang berbeda iman adalah bentuk penghormatan dan gotong royong yang murni," jelas Sugeng.
Senada dengan hal tersebut, Nisra Saripi yang juga merupakan Pembina Pramuka menekankan pentingnya aksi berkelanjutan untuk menjaga kerukunan di Gorontalo.
"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para siswa. Ini bukan sekadar membersihkan tempat ibadah, melainkan sedang membangun jembatan persaudaraan. Kami berharap kegiatan ini memberikan pesan positif bagi masyarakat luas bahwa toleransi itu indah jika diwujudkan dalam aksi nyata," tambah Nisra.
Kegiatan yang berjalan khidmat dan lancar ini diharapkan menjadi agenda rutin guna memastikan nilai-nilai moderasi tetap tertanam kuat dalam jiwa setiap anggota Pramuka MAN 1 Kota Gorontalo.


0 Comments